Rumah Tangga sebagai Pelaku Ekonomi

keluarga

Rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terkecil. Meskipun begitu, rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terpenting karena semua kegiatan ekonomi berawal dari sana. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi pasti melibatkan salah satu atau beberapa anggota keluarga. Berikut ini kita bahas peranan keluarga sebagai konsumen, produsen, dan distributor.

1. Rumah Tangga sebagai Konsumen

Rumah tangga atau dalam bahasa sehari-hari kita sebut sebagai keluarga umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga yang lebih besar mencakup anggota yang lebih banyak lagi. Mereka semua memiliki kebutuhan, baik kebutuhan individu maupun kebutuhan bersama. Minimal membutuhkan makanan, minuman, rumah, dan baju (tiga kebutuhan pokok: sandang, pangan, dan papan). Karena keluarga mengonsumsi barang dan jasa, keluarga disebut sebagai konsumen.

Keluarga membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup.

Keluarga membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup.

Tingkat konsumsi tiap keluarga berbeda, tergantung kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat konsumsi keluarga di antaranya sebagai berikut.

  • Jumlah anggota keluarga. Makin banyak anggota keluarga, pasti kebutuhan akan makin meningkat.
  • Penghasilan. Umumnya keluarga yang berpenghasilan tinggi akan memiliki pola konsumsi yang lebih banyak dan mahal.
  • Usia salah satu anggota keluarga. Saat anggota keluarga masih berusia anak-anak, mungkin kebutuhannya tidak akan terlalu mahal. Tapi ketika beranjak remaja, biasanya anak akan membutuhkan lebih banyak barang. Orang tua juga harus memikirkan biaya pendidikan yang lebih mahal.
  • Pola didikan. Jika sebuah keluarga menerapkan pola didikan dan pola kehidupan yang selektif, disiplin, dan prihatin, biasanya tingkat konsumsinya akan jauh lebih rendah dibandingkan keluarga yang tidak menerapkan pola didikan demikian meskipun pendapatannya sama.

2. Rumah Tangga sebagai Produsen dan Distributor

Di atas sudah disinggung bahwa tingkat penghasilan memengaruhi konsumsi. Nah, untuk mendapatkan penghasilan sebuah keluarga harus melakukan kegiatan ekonomi lain, yaitu ikut berperan dalam proses produksi maupun distribusi.
Rumah tangga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik faktor produksi. Faktor produksi tersebut meliputi tenaga kerja, modal, keahlian, tanah, dll. Kegiatan produksi yang dilakukan oleh rumah tangga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya dengan memperoleh imbalan.

Bekerja di pabrik sepatu, salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh keluarga.

Bekerja di pabrik sepatu, salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh keluarga.

Penghasilan berupa sewa (rent) tanah, gaji (wages) tenaga kerja, bunga (interest) dari modal, maupun laba (profit) dari keahlian sebagian besar akan digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung.

Kegiatan menyediakan faktor-faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lain sebetulnya juga merupakan bentuk kegiatan distribusi karena terjadi distribusi faktor produksi dari rumah tangga ke pelaku ekonomi lain.

Baca juga:

About these ads
Categories: Ekonomi, Sosial | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi tulisan

Satu gagasan untuk “Rumah Tangga sebagai Pelaku Ekonomi

  1. mkasih udh mmbantu aqu dlm mngerjakan tugas….!!!!*_*

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.333 pengikut lainnya.