Seberapa Pentingnya Tes Tumbuh Kembang Anak (Denver II) Dilaksanakan pada Anak 0-6 Tahun?

denver II, anak, bayi, balita, batita, tumbuh kembang, dokter, screening, deteksi diniIndonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia. Data statistika dari WHO tahun 2008 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 228.864.000 jiwa dan berdasarkan data dari Geohive Global statistik hingga Januari 2010 tingkat populasi Indonesia telah mencapai 241.772.396 jiwa. Disamping karena luas wilayah, besarnya jumlah penduduk juga disebabkan oleh tingginya tingkat kelahiran di negara ini jika dibandingkan dengan tingkat kematiannya. Piramida penduduk Indonesia berbentuk segitiga tegak, yang secara jelas menunjukkan terjadinya hal ini.

Dampak dari besarnya jumlah penduduk Indonesia sangat beragam, mulai dari semakin mudahnya penyebaran penyakit, tingginya angka kriminalitas, masalah ekonomi, hingga masalah pangan. Keadaan ekonomi, gizi, lingkungan, dan psikososial suatu keluarga dapat memberikan imbas pada anak karena orang tua tidak dapat memperhatikan tumbuh kembang anak secara keseluruhan, maupun tidak dapat menangani tumbuh kembang anak secara maksimal.

dokter, anak, balita, batita, denver II, deteksi dini, screening, tumbuh kembang

Deteksi kelainan tumbuh kembang anak sebaiknya dilakukan sejak dini.

Perkembangan anak tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya. Kadang kala anak mengalami perkembangan yang tidak normal (abnormal), salah gizi, kekurangan gizi, cacat, bahkan ada pula anak yang mengalami gagal tumbuh kembang (failure to thrive, FTT). Kelainan-kelainan pada anak bersifat unik dan seringkali multifaktor. Kelainan dan gangguan dapat terjadi selama masa kehamilan, selama melahirkan, maupun sesudah melahirkan. Terjadinya kelainan maupun gangguan tumbuh kembang anak adalah sesuatu yang sangat disayangkan, karena masa kecil adalah masa yang menjadi pondasi kehidupan anak selanjutnya. Kegagalan akibat kesalahan penanganan dapat memengaruhi mental maupun jasmani anak kedepannya. Walaupun beberapa situasi abnormal atau kegagalan ini sebenarnya masih mampu diperbaiki tetapi seringkali terjadi terlambat penanganan yang berujung pada keabnormalan yang permanen. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari kelainan pada anak adalah dengan melakukan deteksi dini kelainan-kelainan pada anak.

Deteksi dini hendaknya mampu dilakukan oleh para praktisi kesehatan, guru, maupun professional lainnya, tak terkecuali orang tua. Praktisi kesehatan sebagai golongan yang lebih memahami prosedur ini sangat diharapkan untuk melakukan pendeteksian dini terhadap anak-anak, karena selain memiliki ilmu dan wawasan yang lebih banyak, praktisi kesehatan memiliki kewajiban untuk menyehatkan masyarakat tanpa pandang bulu. Deteksi dini terhadap anak sangat diperlukan dalam hal ditemukannya suatu kejala kelainan maupun gangguan pertumbuhan anak, pihak keluarga atau pengasuh dapat menerapkan langkah-langkah untuk menghindari berlanjutnya keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan tersebut sehingga meminimalisasi kemungkinan anak tersebut mengalami cacat fisik ataupun cacat mental.

anak, balita, batita, denver II, dokter, tumbuh kembang, deteksi dini

Contoh Form Tes Denver II

Dari sekian banyak tes yang dilakukan pada anak-anak, salah satu yang sering dipakai adalah tes Denver II. Denver II adalah sebuah metode screening yang diperkenalkan mulai tahun 1992, merupakan sebuah pengembangan dan revisi  dari DDST (Denver Development Screening Test) yang digunakan sejak tahun 1967. Denver II merupakan tes deteksi dini yang ditujukan kepada pada anak yang berusia 0-6 tahun. Tes ini meliputi 125 tugas yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu kategori personal-sosial, motorik halus-adaptif, bahasa, dan motorik kasar. Denver II memiliki tingkat sensivitas yang tinggi dan dianggap mampu membantu para praktisi untuk menginterpretasikan apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau tidak. Tes ini dapat memperlihatkan kemampuan dan pencapaian tumbuh kembang anak secara jelas dan menyeluruh dengan metode pengetesan yang relatif sederhana dan mudah diikuti oleh anak yang normal. Apabila tes ini telah dilakukan 2-3 kali, tes ini akan memberikan hasil yang sangat akurat mengenai tumbuh kembang anak. Selain itu, tes ini juga dapat memperlihatkan perkembangan anak serta pengaruh intervensi yang diberikan sejak pengetesan pertama. Apabila melalui hasil tes ini anak diketahui memiliki keterlambatan tumbuh kembang maka akan dapat dengan cepat diatasi melalui stimulasi dan intervensi dini yang dapat dilakukan oleh dokter ahli, orang tua, dan keluarga anak tersebut.

Iklan
Categories: Kesehatan, Kiat-Kiat, Makhluk Hidup & Biologi, Sosial | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Seberapa Pentingnya Tes Tumbuh Kembang Anak (Denver II) Dilaksanakan pada Anak 0-6 Tahun?

  1. anak merupakan tunas bangsa, perkembangannya akan menentukan nasib bangsa…

  2. Salam sejawat, tulisannya bagus banget! Bagus buat ingetin orangtua biar lebih aware. Sayang, tes yang begini belum populer di masyarakat kita..

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s