Pandangan Terhadap ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

ISMKI, mahasiswa, kedokteran, indonesiaMahasiswa kedokteran Indonesia adalah gambaran dunia kesehatan Indonesia di masa depan. Mahasiswa kedokteran nantinya akan menjadi dokter. Namun, dokter yang dimaksud tidak terbelenggu hanya menjadi dokter klinis yang merawat pasien. Mahasiswa memiliki pilihan untuk menjadi seorang dokter peneliti yang meneliti penyakit, obat, penyembuhan alternatif, dan lain-lain. Mahasiswa bisa mengabdikan diri menjadi penyuluh kesehatan di masyarakat atau volunteer yang sepenuhnya mengabdi kepada masyarakat. Lulusan program kedokteran yang memiliki kemampuan dan intelektual yang lebih tinggi dapat memilih menjadi dosen dan akademisi sehingga dapat menyebarluaskan ilmunya kepada mahasiswa maupun instansi lain (tidak mengekang ilmunya untuk dirinya sendiri). Mahasiswa yang berjiwa wirausaha dapat mendirikan instansi seperti klinik ataupun rumah sakit sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan bahkan ratusan tenaga kesehatan lain. Beberapa mahasiswa yang berjiwa pemimpin bahkan bisa menggantungkan angan-angan untuk menjadi seorang politikus yang memegang peranan dalam dinas kesehatan dan kementerian kesehatan. Para pemimpin ini, seperti halnya profesi lain, memegang peranan kunci dalam mengarahkan Indonesia menjadi bangsa yang lebih bersih dan sehat.

Mahasiswa kedokteran memiliki segudang potensi untuk menjadi apapun yang dia inginkan dalam lingkup ilmunya. Sebagaimana masyarakat intelektual lainnya, mahasiswa kedokteran juga memiliki hard skill dan soft skill yang perlu diasah.  Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan menghapalkan materi jika ingin hidup sukses. Mahasiswa harus mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Untuk menampung dan mengasah potensi mahasiswa kedokteran serta mengkoordinasi seluruh fakultas kedokteran yang ada di Indonesia, maka pada tahun 1981 ISMKI atau Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia didirikan.

ISMKI, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia atau Indonesian Medical Student Executive Boards’ Association adalah organisasi yang bertindak sebagai wadah pemersatu dan pengembangan potensi para mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia. ISMKI adalah organisasi yang berbentuk organisasi antar perguruan tinggi. ISMKI adalah pemerintahan mahasiswa tingkat nasional yang sah secara de facto dan de jure untuk mewakili mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia. ISMKI memenuhi dua peranan vital dalam dunia kedokteran Indonesia. Yang pertama yakni sebagai wadah koordinasi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai bidang, kegiatan, dan pengembangan pemerintahan mahasiswa kedokteran. Yang kedua adalah sebagai wadah aspiratif mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai implementasi dan advokasi kebijakan nasional bahkan internasional.

ISMKI sangat aktif dalam meningkatkan taraf kehidupan bangsa. ISMKI memfokuskan diri pada isu-isu kesehatan nasional untuk dibantu dicarikan akar permasalahan dan jalan keluarnya. ISMKI mampu mengetengahkan banyak hal dan membantu penyelesaian banyak hal pula, mulai dari mengevaluasi dan menstandardisasi berbagai institusi; memperbaiki, memeratakan, mengawasi, dan mengevaluasi kualitas berbagai fakultas kedokteran di Indonesia; menerapkan berbagai program yang bersifat pengabdian dan kemasyarakatan; berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan teknis dan struktural; dan lain-lain. Jadi, ISMKI benar-benar menunjukkan fungsinya sebagai wadah yang menyalurkan berbagai aspirasi mahasiswa kedokteran, mempersatukan dan mengkoordinasi mahasiswa fakultas kedokteran, dan menunjukkan eksistensinya di bumi Indonesia sebagai organisasi yang cinta tanah air.

Karena ISMKI memiliki banyak tugas dan banyak anggota, untuk menjalankan tugas ISMKI terbagi menjadi delapan bidang. Kedelapan bidang tersebut yaitu CE (Community Empowerment) atau bidang pengembangan masyarakat, FP (Funding and Partnership) atau bidang dana usaha, HPS (Health Policy Studies) atau bidang kajian strategi, IA (International Affair) atau bidang hubungan internasional, ICT (Information and Communication Technology) atau bidang informasi dan komunikasi, LD (Leadership Development) atau bidang pengembangan sumber daya mahasiswa,  MEP (Medical Education and Profession) atau bidang pendidikan dan profesi, dan yang terakhir  adalah PR (Public Relation) atau bidang hubungan masyarakat.

ISMKI adalah organisasi yang rumit dan memiliki program kerja yang rumit pula. Mungkin bagi sebagian besar orang, program kerjanya ISMKI tidak seberapa hebat atau tidak menarik. Akan tetapi bila program kerja itu diteliti lagi dengan pemikiran yang lebih serius dan mendalam, sesungguhnya amat tidak mudah untuk melaksanakan kesemua program kerja itu. Sebagai contoh, salah satu program kerja ISMKI adalah menyelenggarakan Indonesia Medical Olimpiade alias IMO. Saat memikirkan olimpiade, pemikiran masyarakat umum pasti tertuju pada sekelompok anak yang duduk diam di kelas sambil mengerjakan soal dengan serius. Tetapi sebenarnya yang terjadi di balik layar adalah jauh melebihi itu. Panitia adalah orang-orang yang mengurusi masalah sosialisasi, humas, anggaran dan sponsor, transportasi, administrasi, kesekretariatan, perlengkapan, acara, konsumsi, dan banyak hal lain yang tidak diketahui masyarakat. Di sinilah tampak sekali bagaimana kemampuan berorganisasi, manajemen waktu, tenaga, uang, kemampuan berbicara, menganalisa, mencari permasalahan, kekompakan, saling pengertian, dan banyak hal-hal lain yang bersifat soft skill menjadi terasah dan teraplikasikan ke arah yang positif. Mahasiswa yang sudah berkembang kemampuan soft skill-nya akan memiliki peluang membuka pintu sukses lebih besar dibandingkan mahasiswa yang hanya duduk termenung berdiam diri. Karena itulah organisasi ISMKI ini adalah salah satu wadah terbaik untuk menimba ilmu, memperkaya diri, menunjukkan potensi diri, dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara adalah sesuatu yang tidak mudah, bahkan bisa dikatakan sukar sekali. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang heterogen. Ada yang memiliki wawasan yang baik, ada yang kurang. Ada yang berpikiran positif ada yang berpikiran negatif. Ada yang menjunjung globalisasi dan ada yang sangat terikat pada adat. Ketika mahasiswa sedang bekerja di masyarakat, entah melakukan penyuluhan maupun bakti sosial, pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka. Ketika diberi penyuluhan, pasti ada yang menerima ada yang tidak. Bahkan beberapa anggota masyarakat ada yang tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan oleh si penyuluh. Mengapa? Bisa saja karena terkendala bahasa. Bisa juga karena cara penyampaian yang kurang nyambung.

Meskipun pengabdian masyarakat adalah hal yang sangat sukar, tetapi pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan merupakan kewajiban mahasiswa untuk melaksanakannya. Karena mahasiswa adalah agent of change sebuah bangsa, tentu yang akan di-change adalah masyarakatnya. ISMKI sebagai persatuan mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia juga melaksanakan kewajiban pengabdian ini. Jika kita melihat program kerja ISMKI, hampir seluruhnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Ada kegiatan bakti sosial, desa binaan, dan lain-lain. Namun, peningkatan kualitas masyarakat ini harus didahului oleh peningkatan kualitas mahasiswa. Karena itu, ISMKI juga memiliki program kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswanya. ISMKI adalah organisasi yang besar, rumit, dan mahasiswa kedokteran harus bangga memilikinya.

Iklan
Categories: Kesehatan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Pandangan Terhadap ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

  1. Reaya Sany

    Hidup ICT wilayah 3

  2. ini masih aktif sudewa?

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s