Anda Lama Tidak Haid? Waspadai Amenorrhea

haid, menstruasi, PMS, amenorrheaHaid alias menstruasi adalah peristiwa peluruhan dinding rahim yang terdiri dari darah dan jaringan tubuh. Kejadian ini berlangsung sekitar 28 hari sekali dan merupakan hal yang wajar bagi perempuan yang sedang dalam masa produktif. Normalnya, seorang perempuan haid untuk pertama kali pada usia 12 atau 13 tahun. Menstruasi itu sendiri akan berhenti ketika perempuan sudah berusia sekitar 40-50 tahun, atau yang lebih dikenal dengan istilah menopause. Jika seorang perempuan tidak mengalami menstruasi pada masa menstruasi sebagaimana mestinya maka perempuan tersebut dapat dicurigai mengalami gangguan yang bernama amenorrhea

DAFTAR ISI

PENGERTIAN AMENORRHEA


Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, dimana penderitanya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea bukanlah penyakit, melainkan hanya gejala atau tanda dari adanya ketidaknormalan lain dalam tubuh seorang wanita. Ketidaknormalan tersebut pun tidak selalu merujuk pada suatu penyakit. Seorang wanita hamil atau wanita menopause yang tidak mengalami haid pun bisa disebut mengalami amenorrhea.

GEJALA AMENORRHEA


Gejala amenorrhea cukup bervariasi dan tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas, tidak akan ditemukan tanda-tanda pubertas, seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut di daerah kemaluan dan rambut ketiak, serta perubahan bentuk tubuh. Jika penyebabnya adalah kehamilan, akan ditemukan morning sickness (mual dan muntah) dan pembesaran perut. Jika penyebabnya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi, gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.

haid, menstruasi, amenorrhea, hormon, kecemasan, kehamilan

Seorang penderita amenorrhea dapat saja menunjukkan gejala-gejala tambahan berikut.

  • Keluarnya susu dari puting tanpa disadari.
  • Rambut rontok.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan penglihatan.

JENIS-JENIS AMENORRHEA


Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder.

Pada amenorrhea primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenorrhea sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.

PENYEBAB AMENORRHEA


Penyebab Amenorrhea Primer

  • Abnormalitas pada proses perkembangan alat-alat reproduksi, misalnya pada penyakit agenesis Tuba Muller yang menyebabkan tidak adanya rahim pada tubuh penderita.
  • Terdapat gangguan pada hipotalamus, yaitu suatu daerah di dalam otak yang berinteraksi dengan kelenjar pituitari yang berfungsi mengatur siklus menstruasi.
hipotalamus, pituitari, hormon, amenorrhea

Kelenjar hipotalamus

  • Kromosom yang abnormal yang menyebabkan kelainan genetik, misalnya pada sindrom Turner.
  • Penyakit pituitari yang dapat mempengaruhi kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari terletak tepat dibawah otak dan berfungsi mengatur siklus menstruasi.
pituitari

Kelenjar pituitari

  • Adanya sumbatan pada vagina, seperti adanya suatu membran yang menutup jalur menstruasi.

Penyebab Amenorrhea Sekunder

  • Kehamilan dan menyusui.
  • Penggunaan obat kontrasepsi baik oral ataupun suntik.
  • Stress.
  • Obesitas.
  • Menopause.
  • Beberapa tipe obat, seperti anti depresi, kemoterapi dan anti psikotik.
  • Adanya gangguan pada thyroid, yaitu kelenjar yang juga berfungsi menghasilkan hormon yang berpengaruh pada menstruasi.
  • Masalah anatomik jaringan parut endometrium karena infeksi atau kuretase, dan anovulasi.
  • Berat badan yang sangat rendah.
  • Latihan fisik yang berlebihan.
hormon, olahraga

Seorang wanita yang berolahraga secara berlebihan.

AKIBAT AMENORRHEA


Amenorrhea dapat menyebabkan seorang wanita menjadi tidak subur. Menstruasi yang normal menandakan bahwa Anda subur dan organ-organ tubuh Anda bekerja dengan baik. Jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi, dapat diketahui bahwa seorang wanita sedang mengalami gangguan pada sistem reproduksinya dan memiliki kemungkinan menjadi tidak subur.

Rendahnya hormon estrogen dalam tubuh selain dapat menimbulkan amenorrhea ternyata juga dapat menimbulkan osteoporosis, sebuah kondisi mengeroposnya tulang. Karena itu, waspadailah jika Anda mengalami amenorrhea. Hal-hal lain yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS AMENORRHEA


DokterKita sudah mengetahui bahwa amenorrhea adalah kondisi tidak haid selama beberapa periode. Dokter yang menangani Anda tidak akan berfokus pada apakah Anda terkena amenorrhea atau tidak, melainkan berfokus pada apa yang menyebabkan Anda mengalami amenorrhea. Dokter akan mengidentifikasi apakah Anda mengalami amenorrhea primer atau sekunder, lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih terarah untuk mencari penyebab amenorrhea. Seorang dokter biasanya akan mewawancarai Anda dahulu mengenai kondisi dan kehidupan seksual Anda. Perlu dipikirkan bahwa ketiadaan haid itu mungkin merupakan akibat dari kehamilan atau menyusui. Selain menanyakan mengenai kehidupan seksual, seorang dokter akan menanyakan mengenai ketidaknyamanan yang menyertai kondisi ini. Kondisi stres merupakan tanda bahwa kondisi lingkungan memengaruhi Anda. Kondisi mual-mual, detak jantung tidak normal merupakan tanda bahwa hormon-hormon dalam tubuh Anda tidak normal. Gaya hidup Anda juga akan ditanyakan, seperti pola makan, olahraga, waktu tidur, konsumsi obat, penggunaan pil KB, dll.

Setelah melakukan sesi wawancara, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik Anda untuk melihat kelainan-kelainan yang dapat dilihat dari luar. Selain pemeriksaan fisik, tes kehamilan merupakan  tes yang hampir selalu dilakukan. Bila hasilnya negatif, barulah dipikirkan tes-tes lainnya berkaitan dengan jawaban-jawaban yang Anda ungkapkan selama wawancara.

Tes-tes lain yang umum dilakukan adalah:

    • Tes darah untuk mengetahui kadar dan keseimbangan hormon. Tes darah juga dapat memperlihatkan kondisi organ-organ dalam tubuh Anda.
    • Tes radiologi. Berdasarkan gejala-gejala dan hasil tes darah Anda, dokter dapat menyarankan pelaksanaan satu atau beberapa dari tes berikut.
      • USG. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ internal. Jika Anda tidak pernah menstruasi, dokter mungkin akan menyarankan tes USG untuk melihat apakah organ-organ reproduksi Anda lengkap dan normal.
      • Computerized Tomography (CT). CT scan dapat menunjukkan apakah rahim, ovarium, dan ginjal Anda terlihat normal. CT scan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi kelenjar hipotalamus dan pituitari di kepala.
CT Scan, kepala, hipotalamus, pituitari, rahim, ovarium, ginjal

Pelaksanaan CT Scan. Anda cukup berbaring ketika tubuh Anda diperiksa. Santai dan tidak menyakitkan.

      • Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI menggunakan gelombang radio dengan medan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambar yang sangat rinci mengenai jaringan lunak dalam tubuh Anda. MRI dapat digunakan untuk memeriksa kondisi kelenjar hipotalamus dan pituitari di kepala.
MRI scan, CT scan, kepala, hipotalamus, pituitari

Pelaksanaan MRI Scan. Juga santai dan tidak menyakitkan seperti CT Scan.

  • Scope test. Jika hasil dari berbagai tes di atas tidak memuaskan, dokter dapat merekomendasikan hysteroscopy. Hysteroscopy menggunakan alat semacam kamera tipis untuk dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim untuk melihat kondisi rahim Anda.
hysteroscopy, vagina, rahim, leher rahim, uterus, serviks.

Proses hysteroscopy – dengan cara memasukkan selang kamera ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim.

PENANGANAN AMENORRHEA


Penanganan amenorrhea sangat ditentukan oleh penyebab amenorrhea tersebut. Sebagai contoh,  jika penyebabnya adalah hormonal, Anda dianjurkan untuk melakukan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, berolahraga sewajarnya, dsb. Terkadang terapi hormon juga diperlukan. Jika penyebabnya adalah tekanan mental/stress, dokter akan menganjurkan Anda untuk refreshing atau setidaknya memberikan tips untuk mengelola stres. Jika penyebabnya adalah kelainan anatomi, dokter dapat merekomendasikan untuk operasi (kelainan anatomi ini sebenarnya jarang terjadi). Jika penyebabnya adalah menopause, dokter mungkin tidak akan melakukan apa-apa karena merupakan kondisi yang wajar. Jika penyebabnya adalah kehamilan, tentu Anda tahu sendiri bagaimana tindak lanjutnya, kan 😀

PENCEGAHAN AMENORRHEA


  • Pertahankan dan pelihara berat badan yang sehat sesuai dengan body mass index (indek massa tubuh) dengan diet sehat.
  • Olahraga teratur dan tidak terlalu berat. Cukup 30 menit jogging sehari sudah baik untuk memelihara kondisi Anda.
  • Jangan terlalu banyak memendam stres. Kurangi jumlah kegiatan yang harus dikerjakan, jangan sampai Anda terlalu dibebani oleh pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah. Sering-seringlah bergaul dan berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman, karena mereka adalah pelipur lara yang sangat baik dan dapat memberi Anda bantuan apabila diperlukan. Rekreasi secara teratur sangat dianjurkan untuk menghilangkan kejenuhan setelah menjalani kehidupan yang rumit.
  • Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup. Seorang manusia sebaiknya tidur antara 7-8 jam sehari.
  • Temukanlah jika ada dalam anggota keluarga Anda mempunyai masalah sejenis. Anda harus berhati-hati jika ada kemungkinan bahwa Anda juga mewarisi amenorrhea.
  • Konsultasikan dengan dokter yang kompeten jika anda mengalami kejadian tidak menstruasi selama 3 kali atau lebih secara berturut-turut. Jika kemungkinannya adalah karena kehamilan, lakukan tes kehamilan yang dapat anda lakukan di rumah atau ke tempat pelayanan kesehatan.
  • Apabila masa atau siklus menstruasi anda tidak selalu sama tiap bulannya, catatlah kapan mulainya dan berapa lama berlangsungnya. Kemudian berikan informasi-informasi tersebut kepada dokter.

Sumber:

  • MedinePlus
  • Mayo Clinic
  • eMedicine Health
  • Wikipedia English
  • Pamflet kesehatan Prodia
Iklan
Categories: Kesehatan, Kiat-Kiat, Makhluk Hidup & Biologi | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Anda Lama Tidak Haid? Waspadai Amenorrhea

  1. Dito Setiadarma

    mantep 🙂

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s