Cara Membedakan Telur Matang dan Telur yang Masih Mentah

Hihihihi… Ini artikel sebenarnya cuma iseng-isengan saja, soalnya banyak teman saya yang nanya gimana sih cara membedakan telur matang ato tdk??? Rupanya mereka (atau mungkin juga Anda) belum tahu resep rahasia dari kampung yang satu ini. Resep dari desa memang ampuh dan mudah, dan bisa dijelaskan secara ilmiah (berarti semua nenek moyang kita jago IPA ya?). Mau tahu caranya membedakannya? Caranya mudah kok, telur cukup diputar saja.

Cara 1:

  1. Ambil telur yang akan Anda tes.
  2. Posisikan telur secara tegak (vertikal/lonjong ke atas) sebelum Anda memutarnya di tempat yang datar.
  3. Putar telur dengan kecepatan sedang. Usahakan saat diputar telur tetap tegak.
  • Jika telur tetap tegak hingga putaran selesai, maka telur itu matang.
  • Jika telur langsung rebah (lonjong ke samping) begitu diputar, berarti telur itu mentah.

Masih belum yakin dengan cara pertama? Wajar saja. Jika Anda belum terbiasa cara ini memang agak meragukan. Coba cara 2.

Cara 2:

  1. Ikuti cara pertama di atas (langkah 1-3)
  2. Tekan telur untuk menghentikannya. Cara menekannya tidak boleh terlalu keras tp juga jangan terlalu pelan. Usahakan tekan dengan cepat (jangan lebih dari 2 detik).
  • Jika telur berhenti berputar, maka telur itu matang.
  • Jika telur itu kembali berputar, Anda harus menekannya lagi dgn cara yang sama. Jika masih berputar pelan, maka telur itu masih mentah.

Mudah, kan? Resep rahasia nenek moyang kita memang selalu hebat. Apakah Anda tahu kenapa telur mentah langsung rebah begitu diputar? Coba Anda pikirkan sifat cairan dalam telur itu (telur mentah kan punya cairan dalam telurnya). Cairan itu mendesak ke segala sisi telur saat diputar dan sisi yg lebih lonjong mendapat tekanan lebih banyak. Karena itu telur mentah langsung rebah saat diputar.

Telur mentah kembali berputar setelah ditekan karena saat ditekan cairan yang tengah berputar saat itu tetap berputar di dalam telur meski cangkangnya sudah berhenti berputar. Ketika tekanan dilepaskan, cairan di dalamnya yg masih berputar itulah yang menggerakkan cangkang telur agar berputar kembali.

Pusing dengan penjelasannya? Sama ^_^. Mungkin teman saya yang jago fisika bisa menjelaskannya dengan lebih baik.

Penjelasan saya di atas juga belum tentu benar, karena semuanya hanya hasil pemikiran otak saya yang kadang korslet ini :p.

 

Iklan
Categories: Kiat-Kiat | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s