Puisi-Puisi Modern Bagian 2

Puisi adalah bagian dari kesenian manusia di seluruh dunia. Puisi merupakan alat untuk mengekspresikan jiwa dan keadaan emosional kita secara bebas dan indah. Dengan puisi, kita bebas mengungkapkan apa saja yang kita inginkan, kita alami, dan perasaan kita tentang segala hal.

Berikut adalah puisi-puisi modern yang (kebanyakan) tidak terikat lagi dengan peraturan penulisan puisi (agar lebih bebas berekspresi). Puisi-puisi berikut saya himpun dari berbagai buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP. Anda boleh menjadikannya bahan tugas sekolah, bahan pembelajaran menulis puisi, atau sekedar mengapresiasinya.

Langkahmu

Langkahmu tersaruk mengiba,

dimaki angin yang terpana,

merobek sunyi di pintu kelam,

peluhmu terbakar tak pernah padam.

Langkahmu meniti isi perut hampa,

esok kau sadap sisa mereka,

siapa hendak menatapmu,

mengintip pun kau harus rogoh saku.

Semakin lebar hamparan curam,

langkahmu disengat sepinya malam,

hari-hari seperti diramu,

bila teringat kau tengadah bisu.

Apresiasi Puisi Remaja: Catatan Mengolah Kata, 2002

Layang-Layang Milikku

Layang-layang milikku kumanjakan kau

Membubung di langit biru

Di alam raya bersama burung-burung yang bebas

Adakah negeri-negeri bebas yang angkuh?

Satu pesan yang kusampaikan dari bumi ini

Janganlah meninggalkan daku, kemudian kau pergi

Sebab jarak antara kita akan semakin jauh

Di kota ini aku sendiri dengan pijar nasib

Laying-layang milikku, kumanjakan kau

Membubung di langit biru

Sampaikan salam; hidup teguh di sini

Nyanyian bumi dalam wujud puisi

Karya Slamet Sukirnanto (Kumpulan Puisi Catatan Suasana)

Ibu

Ibu adalah telaga bening

yang merelakan lembut wajahnya

buat bercermin

Ibu adalah bumi

yang menyiapkan ladang

bagi kemakmuran

Ibu adalah guru

ketika kutanya langit dan bulannya

ditunjuknya kening dan dadaku

Apresiasi Puisi Remaja: Catatan Mengolah Kata, 2002

Teratai

Dalam kebun di tanah airku,

Tumbuh sekuntum bunga teratai,

Tersembunyi kembang indah permai,

Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia,

Daun bersemi Laksmi mengarang,

Biarpun ia diabaikan orang,

Seroja kembang gemilang mulia.

Biarpun engkau tidak dilihat,

Biarpun engkau tidak diminat,

Engkaupun turut menjaga zaman.

Karya Sanusi Pane (Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak)

Surat dari Ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang

pergi ke hidup bebas!

Selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinar daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang

pergi ke alam bebas!

Selama hari belum petang

dan warna senja belum kemerah-merahan

menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar

dan elang laut pulang ke sarang

angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri

dan nahkoda sudah tahu pedoman

Boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang anakku sayang

kembali ke balik malam!

Jika kapalmu telah rapat ke tepi

Kita akan bercerita

“Tentang cerita dan hidupmu pagi hari”

Karya Asrul Sani (Apresiasi Puisi)

Baca juga: Puisi-Puisi Modern Bagian 1, Puisi-Puisi Indonesia Modern Bagian 3

Categories: Bahasa dan Sastra, Sosial | Tags: , , , , , , , , | 7 Komentar

Navigasi pos

7 thoughts on “Puisi-Puisi Modern Bagian 2

  1. Ping-balik: Puisi-Puisi Modern Bagian 1 « Ari Exclusively Presents…

  2. Ping-balik: Contoh Puisi-Puisi Indonesia Bagian 2 « Arisrev

  3. Moga lulus n jadi orang yg tambah baik ya…
    Berkarya terus 🙂

    Ari Tayori

  4. Ping-balik: Puisi-Puisi Indonesia Modern Bagian 3 « ARISUDEV

  5. Arifin

    Sweet.,,.,
    Gimna ya cranya loq mau nge_share puisi di dindingnya kakaq

  6. Angin pengembara

    cranya mudh bgeettttttttt

  7. uiiookj

    cicing nani bojok pirate

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.