Berbagai Jenis Danau di Dunia

Tentu semua sudah tahu apa itu danau, kan? Jika kamu pergi ke Sumatera Utara, kamu akan menemukan Danau Toba yang luas dan indah. Jika kamu pergi ke daerah Poso, Sulawesi Tengah, kamu akan menemukan Danau Poso. Danau merupakan salah satu sumber air yang menunjang kehidupan semua makhluk hidup. Meski umumnya danau berisi air tawar, tetapi ada juga danau yang berisi air asin seperti Laut Kaspia di Rusia.  

Danau adalah suatu genangan air dalam jumlah besar yang menempati cekungan dan terletak di wilayah daratan. Suatu genangan dapat disebut danau jika memenuhi kriteria berikut.

  • Permukaan air cukup luas sehingga terdapat gelombang.
  • Air cukup dalam sehingga terdapat perbedaan suhu pada berbagai kedalaman air.
  • Vegetasi yang mengapung (ganggang) tidak cukup banyak untuk menutupi seluruh permukaan air.

Berdasarkan pengertian dan berbagai kriteria danau seperti di atas, tentu itu sangat luas cakupannya. Waduk pun bisa dikatakan sebagai danau, tetapi tentu saja waduk berbeda jenisnya dengan danau-danau lainnya. Danau biasanya dibedakan berdasarkan bagaimana danau itu bisa terjadi. Jenis-jenis danau bedasarkan proses kejadiannya:

1)      Danau Vulkanik

Danau vulkanik terbentuk akibat aktivitas vulkanik (gunung berapi). Kawah atau kepundan gunung api baik yang masih aktif maupun yang sudah mati apabila terisi air akan menjadi danau. Danau yang terbentuk disebut danau crater. Contoh: Danau Kelimutu, Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Danau Batur, dan Danau Telaga Warna di Dieng.

Danau Kelimutu

2)      Danau Tektonik

Danau tektonik terbentuk ketika terjadi gerakan/pergeseran lempeng tektonik yang membentuk lipatan/patahan. Cekungan yang terbentuk akibat pergeseran lempeng tersebut akhirnya terisi oleh air hujan dan membentuk genangan air yang sangat luas. Contoh danau yang terbentuk dari proses ini adalah Danau Singkarak, Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso,  dan Danau Towuti.

Danau Singkarak

3)      Danau Tektovulkanik

Danau ini terbentuk akibat penggabungan proses tektonik dan vulkanik. Pada saat terjadi erupsi gunung api (meletus), sebagian badan gunung api patah dan merosot menutupi lubang kepundan. Patahnya gunung ini disebabkan adanya kekosongan dapur magma pada saat terjadi gunung meletus. Jika daerah patahan tersebut terisi air, maka akan terbentuk danau. Contoh danau yang terbentuk karena hal ini adalah Danau Toba.

Danau-Toba

4)      Danau Glasial

Danau glasial (gletser) biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Pada saat salju mencair, akan terbentuk gletser yang meluncur ke bawah (erosi salju). Hasil erosi salju yang berupa basin (cekungan di lereng) jika terisi oleh air hujan atau salju yang mencair akan membentuk genangan yang disebut danau gletser. Contohnya, Danau Finger di New York dan The Great Lakes di Amerika.

Danau Finger

5)      Danau Aliran/Ladam

Sungai yang besar biasanya membentuk kelokan aliran sungai di hilir sungai tersebut, yang disebut meander. Hasil erosi oleh sungai yang terendapkan akan menutup aliran sungai pada meander sehingga meander sungai terpisah dari aliran sungai yang baru. Jika sisa aliran ini terisi lebih lanjut oleh air, maka akan terbentuk danau oxbow atau danau tapal kuda. Danau Oxbow sering dijumpai di beberapa sungai di Kalimantan.

Contoh Danau Oxbow

6)      Danau Karst

Danau ini terbentuk melalui proses pelarutan zat kapur oleh air. Pelarutan kapur tersebut menghasilkan suatu bentuk cekungan yang jika terisi air hujan akan membentuk danau karst berupa dolina. Jika ukuran suatu danau karst lebih besar daripada dolina pada umumnya, maka disebut uvala. Danau karst yang lebih besar daripada uvala adalah polje. Contohnya adalah dolina di Biak, Papua, dan di Pegunungan Seribu (Yogyakarta).

Dolina pieciu stawow polskich

7)      Danau Laguna

Danau ini terjadi akibat kombinasi antara angin dan ombak yang membentuk tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai. Kemudian, tanggul-tanggul pasir ini membentuk suatu genangan air yang disebut danau laguna.  Contohnya adalah danau laguna di Ternate.

Danau laguna di Ternate

8)      Danau Bendungan

Danau bendungan terbentuk dari pembendungan aliran sungai. Pembendungan ini bisa terjadi karena dua sebab, yaitu karena longsoran (proses alami) dan direncanakan (buatan manusia). Contoh danau bendungan oleh proses alam adalah Danau Pengilon di Dieng dan Telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain oleh proses alam, danau ini bisa dibuat oleh manusia dengan kesengajaan (direncanakan) untuk membendung aliran sungai. Danau yang terbentuk biasa disebut waduk. Contoh waduk ada banyak, di antaranya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, dan Waduk Gajah Sungkur.

Waduk Jatiluhur

Sumber: Buku PR geografi Kelas X, Advanced Learning Geography 1, Geografi Kelas VII.

About these ads
Categories: Geografi, Makhluk Hidup & Biologi | Tags: , , , , , , | 5 Komentar

Post navigation

5 thoughts on “Berbagai Jenis Danau di Dunia

  1. i like it

  2. pandu

    maaciw

  3. tokek urban dari bandung

    Mas, itu yang danau tektovulkanik salah tuh, harusnya terbentuk karena aktivitas tektonik yang membuat retakan lalu di retakan itu terjadi letusan. Contohnya Danau Suoh di Lampung yang terbentuk karena letusan akibat gempa 7SR pada tahun 1930 di Liwa. Sementara jika danau yang terjadi akibat terjadinya runtuhan tubuh gunung (disebut kaldera), itu sama saja seperti proses pembentukan danau Gunung Rinjani, sehingga digolongkan sebagai danau vulkanik. Sekian. Mohon diperbaiki.

  4. tokek urban dari bandung

    Oh iya satu lagi, danau di ternate bukan laguna, tapi dia terbentuk akibat letusan freatik Gunung Gamalama. Danau Tolire Jaha di Ternate ini terbentuk pada tahun 1771 dan menghilangkan satu kampung yang berada di atasnya, korban tewas 142 orang. Kalau danau laguna contohnya Danau Kakaban di lepas pantai timur Kalimantan Timur.

Tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.338 pengikut lainnya.